JAKARTA: Pemerintah memastikan pelaksanaan audit pajak pada tahun ini tidak sekadar bertujuan mengejar setoran, kendati dari kegiatan ini Ditjen Pajak telah menargetkan penerimaan Rp11 triliun.

73% Fokus pemeriksaan pajak di DKI

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Djoko Slamet Surjoputro mengatakan target dan fokus pemeriksaan pada dasarnya merupakan pelaksanaan fungsi manajerial Ditjen Pajak.

“Untuk mencapai target penerimaan APBN tentunya Ditjen Pajak harus melakukan ekstern dan intern yang antara lain melalui pemeriksaan,” katanya kepada Bisnis, kemarin.
Menurut Djoko, penetapan target setoran pajak yang harus didapatkan dari kegiatan pemeriksaan tidak akan membuat petugas pemeriksa pajak (fiskus) bekerja berdasarkan prinsip kejar setoran. “Koreksi [pemeriksaan] harus sesuai dengan UU perpajakan, sehingga penentuan fokus pemeriksaan adalah agar Ditjen Pajak tidak mencari jarum di dalam jerami.”

Fokus pemeriksaan tersebut, lanjutnya, merupakan sektor yang menurut Ditjen Pajak dianggap memiliki tingkat kepatuhan yang perlu diuji. “Apabila pemeriksa membuat koreksi semaunya, sudah ada wahana yang diatur oleh UU KUP bahwa wajib pajak [WP] berhak untuk membantah dan melakukan pembahasan atas temuan pemeriksaan,” tuturnya.

Berdasarkan lampiran Surat Edaran Dirjen Pajak 24 Februari 2009 No. SE-02/PJ.04/2009 tentang Rencana dan Strategi Penyelesaian Pemeriksaan Tahun 2009, Ditjen Pajak diketahui menargetkan setoran pajak dari hasil kegiatan pemeriksaan pada 2009 untuk seluruh Kanwil Ditjen Pajak di lingkungan DKI Jakarta Rp9,47 triliun.

Target ini merupakan bagian dari distribusi rencana penerimaan yang telah ditetapkan untuk setiap Kanwil Ditjen Pajak seluruh Indonesia, di mana total penerimaan yang ditargetkan Rp13 triliun. (Bisnis, 12 Maret)

DKI jadi fokus

Dengan target ini, proporsi penerimaan pajak untuk Kanwil Ditjen Pajak di lingkungan DKI Jakarta adalah 73% dari total sasaran setoran pajak dari kegiatan pemeriksaan secara nasional pada 2009.

Adapun perinciannya adalah Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Pusat Rp595 miliar, Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Barat Rp270 miliar, Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Selatan Rp570 miliar, Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Timur Rp235 miliar, Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Utara Rp237 miliar, Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Khusus sebesar Rp1,9 triliun, dan Kanwil Ditjen Pajak WP Besar Rp5,66 triliun. (lihat grafis)

Berdasarkan SE tersebut fokus pemeriksaan 2009 dibagi menjadi dua kelompok yaitu fokus pemeriksaan nasional dan fokus pemeriksaan Kantor Wilayah Ditjen Pajak.

Fokus pemeriksaan nasional merupakan sasaran pemeriksaan terhadap WP dengan sektor usaha tertentu atau WP tertentu yang menjadi sasaran utama pemeriksaan secara nasional dalam 2009.

Bisnis Indonesia, 27 Maret 2009