MEDAN (SINDO) – Lima hari pemberlakuan fiskal luar negeri (FLN) di Bandara Polonia, Medan, diwarnai terungkapnya seorang penumpang yang menggunakan nomor pokok wajib pajak (NPWP) palsu.

Kepala Unit Fiskal Polonia Kantor Wilayah Pajak Sumatera Utara (Sumut) Mulyanto menyatakan,pemilik NPWP palsu itu berinisial R, 40, warga Kompleks Perumahan Cemara Asri Medan. Kantor Pajak menunda memberi tindakan tegas kepada yang bersangkutan karena memiliki urusan penting ke luar negeri.


Dia menambahkan, R diperkenankan berangkat setelah terlebih dahulu membayar fiskal sebesar Rp2,5 juta. Kantor Pajak baru akan memproses R sekembalinya dari luar negeri. Sementara ini, petugas menyelidiki siapa-siapa yang terkait dalam pembuatan NPWP palsu itu. “Diduga R tertipu oleh orang yang mengaku calo di Kantor Pajak.

Kami mengizinkannya berangkat ke luar negeri karena dia memiliki urusan penting dan beriktikad baik untuk menyelesaikan kesalahannya itu setelah pulang nanti. Alamat dan identitasnya sudah kami selidiki,” paparnya. Sementara itu, setelah lima hari kebijakan FLN itu diberlakukan, Unit Fiskal Bandara Polonia Kanwil Pajak Sumut mengumpulkan uang hasil fiskal sebesar Rp150 juta.

Uang tersebut dibayarkan 60 penumpang yang berangkat ke luar negeri, tapi tidak memiliki NPWP.Setiap orangnya menyetorkan Rp2,5 juta. “Ada saja warga yang membayarkan fiskal atau tidak mengurus NPWP-nya. Kami tidak mengetahui apa motivasi mereka tidak melengkapi dokumennya dengan NPWP,”tandasnya.

Kebijakan baru ini juga sempat mengakibatkan penurunan jumlah penumpang ke luar negeri hingga 50% dari jumlah normalnya 600 orang. Namun, kemarin sudah mulai menunjukkan peningkatan. Hingga pukul 12.00 WIB, jumlah penumpang yang berangkat ke luar negeri mencapai 400 orang.

Menurut dia, jumlah penumpang di Bandara Polonia akan segera kembali normal karena pembuatan NPWP tidak sesulit dan semahal yang diduga. “Warga dengan gaji Rp16 juta per tahun,jika dihitung-hitung pajaknya masih di bawah Rp30.000.

Sangat tak masuk akal jika warga menghindar berangkat ke luar negeri hanya karena NPWP,”tandasnya. Suasana di Terminal Keberangkatan Internasional Polonia kemarin masih terlihat sepi meskipun tidak sesepi pada hari pertama pemberlakuan FLN, Kamis (15/1) lalu.

Seorang petugas travel di Bandara Polonia Ahmadi, 24, menyatakan, jumlah penumpang kemarin masih jauh dari normal. “Ada peningkatan jumlah penumpang dibanding Jumat (16/1) lalu, tetapi jumlah ini masih jauh dari normal,”tuturnya.

Watson Manalu

Harian Seputar Indonesia, 20 Januari 2009