Apa itu kanker serviks?

Kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim atau serviks. Serviks adalah bagian rahim yang menghubungkan rahim sebelah atas dengan vagina.1

  • 1 Kanker serviks adalah kanker no 2 yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia. 2
  • Kanker serviks adalah kanker no 2 yang paling sering menyebabkan kematian karena kanker pada perempuan di seluruh dunia. 3

Diadaptasi dari: female reproductive system and cervix.  BUPA Ireland. Available at http://www.bupaireland.ie/yourhealth/ Realfactsheets/cervical_cancer.html
Accessed Feb.2007

Di dunia,setiap tahunnya sekitar 500.000 perempuan didiagnosa menderita kanker serviks dan lebih dari 250.000 meninggal dunia. Total 2,2 juta perempuan di dunia, setiap tahunnya, menderita kanker serviks. 3 Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda 1

Di Indonesia, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meningal dunia karena penyakit tersebut.7

Apa saja gejala kanker serviks?

Gejala awal kondisi pra-kanker umumnya ditandai dengan ditemukannya sel-sel abnormal serviks melalui tes Pap Smear.1 Sering kali kanker serviks tidak menimbulkan gejala.

Namun bila sel-sel abnormal ini berkembang menjadi kanker serviks, barulah muncul gejala-gejala sebagai berikut 4:
1. Pendarahan vagina yang tidak normal seperti :
– Pendarahan di antara periode menstruasi yang regular
– Periode menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak dari biasanya
– Pendarahan setelah hubungan seksual atau pemeriksaan panggul
2. Rasa sakit saat berhubungan seksual

Bila mengalami salah satu gejala di atas, segeralah hubungi dokter! Kondisi di atas tidak selalu disebabkan oleh kanker serviks, tapi dapat merupakan tanda infeksi vagina yang perlu segera diobati.

Apa penyebab kanker serviks?

Lebih dari 95 persen dari kanker serviks disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai Human Papilloma Virus (HPV).11

HPV atau Human Papilloma Virus adalah sejenis virus yang dapat menginfeksi manusia. Terdapat lebih dari 100 tipe HPV dimana sebagian besar tidak berbahaya, tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya 5. Infeksi HPV paling sering terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun) 6.

Bagaimana HPV bisa menyebar?

HPV dapat menyebar melalui hubungan seksual. Mereka yang berhubungan seksual pada usia sangat muda (di bawah 20 tahun) serta sering berganti pasangan seksual memiliki resiko tinggi untuk terkena infeksi HPV. Namun perlu diingat bahwa setiap perempuan beresiko untuk terinfeksi HPV walaupun setia pada satu pasangan. Pasangan yang terinfeksi akan menjadi sumber infeksi HPV bagi wanita lainnya.9

Infeksi HPV dan Kanker Serviks

Setelah terjadi infeksi HPV pertama, perkembangan ke arah kanker serviks bergantung dari jenis HPV resiko tinggi atau rendah, yang biasa disebut lesi pra kanker2. HPV tipe resiko rendah (tipe 6 dan 11) hampir tidak beresiko menjadi kanker serviks, tapi dapat menimbulkan genital warts2.

Sebagian besar infeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 tahun karena adanya sistem kekebalan tubuh alami1. Namun demikian infeksi menetap yang disebabkan oleh tipe-tipe HPV resiko tinggi seperti tipe 16 atau 18 akan mengarah pada kanker serviks 1.5. Kanker serviks mulai berkembang ketika sel-sel abnormal pada dinding serviks mulai memperbanyak diri tanpa terkontrol dan membentuk sebuah benjolan yang disebut tumor1.

Mencegah Kanker Serviks

Tes Pap smear (Tes Pap) dapat mendeteksi adanya sel yang tidak normal pada serviks sedini mungkin.1

Bagaimana mencegah kanker serviks?

Saat ini kanker serviks dapat dibantu dicegah dengan pemberian vaksin yang dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV.2 Sebuah vaksin anti HPV yang membantu memberikan perlindungan terhadap HPV tipe 16 dan 18, yang merupakan penyebab dari 70% kasus kanker serviks serta HPV tipe 6 and 11, yang menyebabkan 90% dari kasus genital warts.8

Penting untuk diingat bahwa tes Pap Smear tetap dibutuhkan. Tes Pap Smear harus dilakukan secara teratur sesuai dengan nasehat dokter untuk mendeteksi secara dini adanya sel-sel abnormal pada serviks sebelum berkembang menjadi kondisi pra-kanker atau kanker serviks.

Lakukanlah konsultasi dengan dokter secara teratur!

Referensi:

  1. American Cancer Society. Cervical Cancer Detailed Guidelines. Available at http://www.cancer.org/docroot/CRI/content/ CRI_2_4_7X_CRC_cervical_cancer_PDF.asp Accessed Feb,2007.
  2. World Health Organization. Preparing for The Introduction of HPV Vaccines: Policy and programme Guidance for Countries. Geneva, Switzerland: World Health Organization; 2006.
  3. World Health Organisation. State of The Art New Vaccine research and Development: Initiative for Vaccine Research. Geneva, Switzerland: World Health Organization; 2003:1-74.
  4. National Cancer Institute, US National Institute of Health. What You Need To Know About Cancer of the Cervix. 2005 Available at http://www.nci.nih.gov/cancertopics/wyntk/cervix/page7 Accessed Feb,2007.
  5. Centre for Disease Control and Prevention. CDC Fact Sheet. Genital HPV Infection. Available at: http://www.cdc.gov/std/HPV/hpv.pdf. Accessed January 2005.
  6. Koutsky L. Epidemiology of Genital Human Papilloma Virus Infection. Am J Med 1997;102:3-8.
  7. International Agency for Research on Cancer. Globocan 2002 database; Summary Table by Cancer. 2002. Available at http://www-dep.iarc.fr/top.htm. Accessed Feb 16, 2007.
  8. U.S Food & Drug Adminsitration. FDA Licences New Vaccine for Prevention of Cervical Cancer and Other Diseases in Females Caused by Human Papillomavirus. 2006.Available at: http://www.fda.gov/bbs/topics/NEWS/2006/NEW01385.html Accessed Feb,2007
  9. University of Maryland.University Health Center. University of Maryland. Understanding the Pap Smear. Available at: http://www.health.umd.edu/Library/Handouts/pap.pdf Accessed Feb,2007
  10. BUPA Ireland. Female reproductive system and cervix.Available at http://www.bupaireland.ie/yourhealth/ Realfactsheets/cervical_cancer.html Accessed Feb.2007
  11. WHO. Report of the consultation on Human Papilomavirus Vaccines. 2005.

Sumber : http://www.cegahkankerserviks.org