Banyaknya lemak di pinggang adalah salah satu peringatan untuk mengubah lifestyle menjadi lebih sehat lagi.

Menurut sebuah kampanye anti-obesitas di Inggris, mengukur lingkar pinggang dengan meteran adalah tolok ukur kesehatan yang lebih akurat daripada menimbang berat badan. Dengan mengukur lingkar pinggang, resiko terkena diabetes tipe 2 dan penyakit jantung dapat diprediksi lebih akurat.

Mereka yang mempunyai resiko paling tinggi untuk terkena penyakit yang bersangkutan dengan obesitas adalah pria yang mempunyai lingkar pinggang lebih dari 101 cm (40 inci) dan wanita dengan lingkar pinggang lebih dari 89 cm (35 inci).

Bahkan pria yang mempunyai lingkar pinggang lebih dari 94 cm (37 inci) dan wanita yang mempunyai lingkar pinggang lebih dari 81 cm (32 inci) secara tidak langsung meningkatkan resiko mereka untuk terkena diabetes dan penyakit jantung.

Perwakilan kelompok peneliti INSERM di Perancis, mengatakan bahwa pria dengan perut buncit memiliki resiko menderita penyakit jantung lebih besar daripada mereka yang memiliki lingkar pinggang normal. Sementara Pusat Medis Olmsted di Amerika Serikat sempat melakukan penelitian terhadap 2000 orang dewasa dan menyimpulkan bahwa mereka dengan fungsi diastolik rendah dan lingkar pinggang yang besar memiliki resiko lebih tinggi untuk meninggal lebih awal.

Sebuat riset yang dilakukan di Universitas Birminghan, Inggris menunjukkan bahwa sel lemak di sekitar pinggang bukanlah bongkahan lemak yang pasif melainkan sel-sel aktif berlebih yang dapat mengacaukan stabilitas insulin dan meningkatkan tekanan darah dan kolesterol dalam darah.

Penyakit seperti jantung dan diabetes kini tak lagi menghantui mereka yang nampak berisi dari luar, namun juga orang-orang yang kelihatan langsing. Maka jangan pernah lengah.

info-sehat